Akses Terlalu Terbuka
Akses jaringan yang tidak dibatasi dapat meningkatkan risiko koneksi yang tidak diperlukan terhadap sistem perusahaan.
Layanan konfigurasi, maintenance, monitoring, dan troubleshooting firewall untuk membantu perusahaan mengontrol akses jaringan dan meningkatkan keamanan infrastruktur IT.
Tanpa konfigurasi firewall yang tepat, jaringan perusahaan dapat memiliki akses yang terlalu terbuka, trafik yang tidak diperlukan, serta kesulitan dalam mengontrol koneksi antar jaringan dan layanan.
Akses jaringan yang tidak dibatasi dapat meningkatkan risiko koneksi yang tidak diperlukan terhadap sistem perusahaan.
Akses remote membutuhkan konfigurasi dan kontrol keamanan agar koneksi dari luar jaringan dapat dikelola dengan baik.
Tanpa monitoring dan logging yang baik, aktivitas jaringan dapat lebih sulit dianalisis ketika terjadi gangguan atau kejadian keamanan.
Konfigurasi firewall disesuaikan dengan topologi, kebutuhan akses, aplikasi, serta kebijakan keamanan jaringan perusahaan.
Konfigurasi dasar dan lanjutan firewall sesuai kebutuhan jaringan.
Penyusunan dan penerapan aturan akses jaringan berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Pengaturan akses antar jaringan, server, user, dan layanan.
Konfigurasi koneksi VPN untuk kebutuhan remote access maupun koneksi antar lokasi.
Pengaturan filtering trafik berdasarkan sumber, tujuan, port, protokol, dan kebutuhan akses.
Pemeriksaan trafik dan event untuk membantu mengetahui kondisi keamanan jaringan.
Firewall perlu dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan bisnis dan arsitektur jaringan. Aturan yang terlalu longgar dapat meningkatkan risiko keamanan, sedangkan aturan yang terlalu ketat dapat mengganggu operasional.
Karena itu, konfigurasi firewall perlu mempertimbangkan akses user, server, aplikasi, internet, VPN, serta komunikasi antar jaringan.
Perubahan konfigurasi dilakukan dengan memahami kondisi jaringan terlebih dahulu agar kebijakan firewall tidak mengganggu layanan bisnis.
Memahami topologi jaringan, perangkat, layanan, koneksi internet, server, dan kebutuhan akses.
Menentukan aturan akses, filtering, NAT, VPN, dan kebijakan keamanan yang dibutuhkan.
Menerapkan konfigurasi firewall sesuai desain dan melakukan pengujian terhadap akses jaringan.
Melakukan pengecekan trafik, log, koneksi, dan performa setelah perubahan konfigurasi.
Perusahaan dapat menentukan koneksi dan layanan yang diperbolehkan pada jaringan.
Membantu membatasi trafik dan akses yang tidak diperlukan terhadap infrastruktur jaringan.
Aktivitas trafik dapat diperiksa melalui logging dan monitoring firewall.
Kebijakan akses jaringan dapat dikelola melalui perangkat firewall sesuai arsitektur jaringan.
Penanganan dapat dilakukan pada berbagai lingkungan firewall sesuai perangkat dan arsitektur jaringan yang digunakan perusahaan.
Diskusikan kebutuhan firewall, access control, VPN, traffic filtering, atau security policy jaringan perusahaan bersama NComputindo.